JIKA ANDA INGIN BERUNTUNG

Lakukanlah yang terbaik dan jangan hiraukan orang lain ketika dia tidak mendukung kita.

ROMAN SI-ABDHUL MASIH BELAJAR WEB

Kalau ada masalah sistem yang kurang bagus maklum.

CONFIDENT

Percaya diri itu perlu,karena untuk meraih tujuan tertentu dan tidak ada sifat minder tentang kelemahan diri kita.

BERJUANG

Terus berjuang tanpa pamrih.karena kebaikan hanya akan terbalas dengan kebaikan pula.

CINTA

Tidak pandang kemana arah jalan.tapi bisa datang kemana saja dan dimana saja,serta kapan saja.

Jumat, 26 September 2014

WAHAI IBU

WAHAI IBU

MESKI KULITMU SEMAKIN BERKERIPUT….
TAPI ENGKAU TETAP CANTIK IBUKU…
MESKI KEKUATANMU SEMAKIN LAYU..
TAPI ENGKAU TETAP TEGAR DIMATAKU..
            ENGKAULAH HARAPANKU IBU..
            PELUKANMU ITULAH SELIMUTKU..
            BELAIANMU ITULAH PENYEJUKKU..
IBU..
AKU SANGAT MENCINTAIMU..
SELAMA AKU MASIH ADA DIBUMI INI..
SELAMA ITU PULA AKU MEMBUTUHKAN HADFIRMU DI SISI..
            LEWAT PUISI INI TERIRING DOAKU UNTUKMU..
            KIRANYA TUHAN MENGANUGRAHKAN UMUR PANJANG
            DAN SEHAT SELALU..
SALAM HANGAT DARIKU IBU..
ENGKAU TELAH JADIKAN HIDUPKU TEGAR..
SETEGAR KARANG DIHALAU SAMUDERA..
SERTA TERJANGAN GELOMBANG LAUT..
ENGKAU TELAH TANAMKAN KEIMANAN DALAM
RELUNG JIWAKU..

            ENGKAULAH WAHAI…IBU..

PUISI AYAH


AYAHKU

Disetiap tetes keringatmu..
Di derai lelah nafasmu..
Terisi penuh kasih saying yang luar biasa..
Demi aku kau rela di sengat matahari..
Hujan pun tak dapat membatasi mu..
Untuk aku anakmu..
Di setiap doamu kau haturkan segenap harapan..
            Ayah…
Kan ku jaga setiap nasehatmu..
Di setiap nafas ku..
Di relung hati akan ku hangatkan namamu..
Akan ku korbankan semua impianku..
Hanya untuk menikmati senyumu..
Di ufuk senjamu..

            Ayah…

MAKALAH MANAJEMEN PERKANTORAN


MANAJEMEN ADMINISTRASI  PERKANTORAN


Makalah ini
Merupakan Tugas Mata Kuliah
MANAJEMEN PERKANTORAN





PENYUSUN

Abdul Rohman             [ 1157201301 ]
Amien Abdul Rahman          [ 1157201303 ]
Andrias Sahrul             [ 1157201306 ]
Andes Mura                  [ 1157201304 ]
Hendris                         [                     ]
Lala Kumalasari          [ 1157201335  ]





SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER
MERCUSUAR
BEKASI
2014
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR…………………………………………………………………       3
BAB I
1.      PENDAHULUAN…………………………………………………………….        4
A.    Latar Belakang Masalah…………………………………………………..         4
B.     Tujuan Penulisan………………………………………………………….          5
C.     Batasan Masalah…………………………………………………………..         5
D.    Metode Penulisan………………………………………………………….        5
BAB II
1.      PENGERTIAN ADMINISTRASI……………………………………………        6
A.    Definisi Administrasi……………………………………………………..          6
B.     Unsur-Unsur Administrasi………………………………………………………      6
C.     Macam-Macam Administrasi……………………………………………..          6
BAB III
  1. DEFINISI MANAJEMEN……………………………………………………        7
  2. HUBUNGAN ANTARA ADMINISTRASI DAN MANAJEMEN………….      7
  3. FUNGSI-FUNGSI ADMINISTRASI DAN MANAJEMEN………………...       8
A.    Perencanaan (Planning)…………………………………………………..           8
B.     pengorganisasian (Organizing)…………………………………………..            9
C.     Penggerakan (Motivating)………………………………………………..          10
D.    Pengawasan (Controling)…………………………………………………          10
E.     Penilaian (evaluating)……………………………………………………..          12
BAB IV
            KESIMPULAN………………………………………………………………          13
            DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………..          14






KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Alhamdulillah puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT, karena atas Rahmat, Taufiq, dan Hidayah serta Inayah­Nya, Makalah dengan Judul : ”MANAJEMEN ADMISTRASI PERKANTORAN” ini dapat diselesaikan oleh penulis. Dalam hal ini penulis akan membicarakan mengenai Administrasi. Makalah ini disusun untuk memenuhi salah satu persyarataan dalam mendapatkan nilai matakuliah Manajemen Perkantoran Program Sarjana  Komputer Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Mercusuar.
Makalah ini dapat terselesaikan berkat bantuan dari berbagai pihak, oleh karena itu dalam kesempatan ini penulis menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-­tingginya kepada :
  1. Bapak Ir.Sumpena, selaku Dosen Matakuliah  Sistem informasi Manajemen Perkantoran, yang telah memberikan banyak pengetahuan mengenai Sistem Informasi.
  2. Rekan-­rekan Mahasiswa Program Sarjana Semester 6 yang telah memberikan dorongan untuk dapat menyelesaikan tugas ini tepat pada waktunya.

Semoga Allah SWT berkenan memberikan balasan yang sesuai dengan budi baik yang telah mereka berikan. Kami berharap semoga Makalah ini bermanfaat bagi pengembangan pendidikan, terutama di bidang Teknologi Informasi.
Dalam penyusunan makalah ini Kami sadar masih banyak kekurangan,dan Kami mengharapkan saran dan kritik yang membangun untuk kesempurnaan makalah ini.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb







BAB I
1. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
            Setiap bentuk organisasi apapun namanya mempunyai suatu tujuan yang dalam hal ini kita sebutkan tujuan pokok atau tujuan utama. Kegiatan ini yang dilakukan untuk mencapai tujuan pokok disebut kegiatan pokok atau kegiatan utama. Masalahnya bagaimana mempertautkan semua jenis kegiatan tersebut agar dapat mendukung tercapainya tugas pokok. Disinilah peranan Administrasi yang aktivitasnya dilaksanakan dengan bantuan berbagai macam pekerjaan kantor (aktivitas kantor).
            Dalam penyelenggaraan kegiatan-kegiatan kantor perlu adanya peranan pekerjaan kantor agar dapat melancarkan perkembangan Organisasi Kegiatan Kantor sebagai suatu keseluruhan karena fungsinya sebagai pusat ingatan. Pusat kegiatan dan pengembangan pekerjaan kantor yang semakin luas dan rumit serta dapat menentukan azas yang paling tepat agar tercapai efektifitas dan efisiensi pekerjaan perkantoran guna meliputi perencanaan sampai penguasaan dalam menyelesaikan kegiatan kantor yang sangat memerlukan bagian kegiatan operatif kantor agar dapat lebih berdaya guna.

Beberapa masalah yang perlu diperhatikan dalam manajemen perkantoran sebagai salah satu unsur dari Administrasi :
1.            Sejauh mana kecakapan individual dapat mendukung ketrampilan yang dibutuhkan untuk keperluan aktivitas pekerjaan kantor.
2.            Seberapa luas materi berbagai mata pelajaran atau bidang studi lain saling berhubungan dengan manajemen perkantoran
3.            Alat ukur mana paling tepat untuk mengetahui tingkat “ketrampilan manajemen perkantoran pada berbagai bentuk organisasi”.
4.            Sampai berapa jauh hubungan atau dukungan dapat mempengaruhi tingkat keberhasilan usaha atau tugas pokok suatu organisasi.










B.  Tujuan Penulisan
1.      Mengetahui segala sesuatu yang berhubungan dengan kegiatan administrasi kantor.
2.      Menginformasikan ruang lingkup dari keseluruhan pekerjaan perkantoran
3.      Memberikan catatan dan laporan tentang aktivitas kantor
4.      Menyampaikan dengan berbagai cara yang meliputi penyelenggaraan perkantoran
5.      Mencari dan mengusahakan tersedianya segala keterangan yang keperluan yang menyangkut pekerjaan/kegiatan kantor.
6.      Membantu memudahkan tujuan dilakukan kegiatan perkantoran
7.      Meneliti sumber-sumber yang berkaitan erat dengan kegiatan perkantoran
C. Batasan Masalah
            Administrasi merupakan salah satu fungsi dari manajemen perkantoran karena sangat menentukan kelancaran roda organisasi. Fungsi ini mengatur lebih lanjut mengenai wewenang mengetahui kedudukan tugas dan fungsinya yang merupakan suatu kegiatan pembangian tugas menurut sidang atau bagian dari kantor sehingga tak ada pekerjaan yang tertinggal atau berulang kali dikerjakan. Dalam kegiatan ini tertinggal disimpulkan bahwa penggorganisasian meliputi pembagian kerja yang sangat erat hubungan dengan pegawai kantor (personal kantor).
            Personal kantor adalah orang yang melakukan pekerjaan disuatu kantor merupakan unsur yang sangat penting dalam menentukan keberhasilan suatu kantor bergantung pada orang/personal yang ada di dalamnya kerena unsur lain seperti uang, peralatan, metode, mesin dan pasar tidak ada artinya bila tidak didukung oleh personal kantor yang kompeten/karyawan yang memiliki potensi dalam bekerja di kantor.

D. Metode Penulisan
Metode penulisan ini ditulis melalui diskusi, mencari tahu dari sumber-sumber lain seperti buku dan menghimpun, mencatat serta mengolah catatan sehingga jadi suatu kesatuan yang dapat dipublikasikan.







BAB II
1. PENGERTIAN ADMINISTRASI
Administrasi pengertian sehari-hari sering disamakan dengan tata usaha, yailu berupa kegiatan mencatat, mengumpulkan dan menyimpan suatu kegiatan atau hasil kegiatan untuk membantu pimpinan dalam mengambil keputusan.
Penjelasan di atas adalah definisi administrasi dalam arti sempit yang masih banyak ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Suatu contoh, sebuah koran/majalah/tabloid membubuhkan alamatnya dengan “Kantor redaksi Administrasi”. Yang dimaksud oleh lembaga pers di atas tak lain adalah tata usaha. Definisi administrasi terkadang dipersempit lagi dan disamakan dengan keuangan. Misalnya seorang pegawai kantor berucap “bereskan dulu urusan administrasimu” yang dimaksud dengan administrasi oleh si pegawai adalah keuangan. –
  1. Definisi administrasi
  1. Suatu proses yang pada umumnya terdapat pada semua usaha kelompok. negara atau  swasta, militer atau sipil, besar atau kecil dan sebagainya.
  2. Perencanaan,   pengorganisasian,   memberikan   komando, koordinasi dan mengadakan pengawasan.
  3. Kegiatan suatu kelompok yang mengadakan kerjasama untuk menyeiesaikan tujuan bersama.
  4. Bimbingan. kepemimpinan dan pengawasan daripada usaha-usaha kelompok individu terhadap tercapainya tujuan bersama.
  5. Bekerja menurut tata tertib tata usaha.
  6. Keseluruhan proses kerjasama antara dua orang atau lebih yang didasarkan atas rasionalitas tertentu untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.
B. Unsur - Unsur Administrasi
Tampaknya terjadi kontradeksi dalam pengertian administrasi tersebut, tetapi dari uraian-uraian itu dapat ditarik kesimpulan makna yang terkandung dalam administrasi, yaitu :
  1. Adanya usaha atau aktivitas kelompok manusia yang terdiri dari 2 orang atau lebih.
  2. Adanya organisasi atau wadah kerjasama.
  3. Adanya perencanaan, bimbingan, kepemimpinan, koordinasi dan pengawasan.
  4. Adanya tujuan.
  5. Peralatan dan perlengkapan.
C. Macam-Macam Administrasi
Dari segi perkembangannya, administrasi dapat dibagi atas dua bagian besar, yaitu administasi negara dan niaga.Administrasi negara ialah keseluruhan kegiatan yang dilakukan oleh seluruh aparatur pemerintah dari suatu negara dalam usaha mencapai tujuan negara. Administrasi niaga ialah keseluruhan kegiatan mulai dari produksi barang dan/atau jasa sampai tibanya barang atau jasa tersebut di tangan konsumen.

BAB III
1. DEFINISI MANAJEMEN
Definisi manajemen dapat diartikan sebagai berikut:
  1. Ketatalaksanaan proses penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai sasaran tertentu.
  2. Kemampuan atau keterampilan untuk memperoleh suatu hasil dalam rangka pencapaian tujuan melalui kegiatan-kegiatan orang lain.
  3. Segenap perbuatan menggerakkan sekelompok orang dan Menggerakkan fasilitas dalam suatu usaha kerjasama untuk mencapai tujuan tertentu.
Memahami  berbagai definisi manajemen tersebut dapat ditarik( kesimpulan bahwa pada pokoknya manajemen adalah suatu proses/kegiatan/usaha pencapaian tujuan tertentu melalui kerjasama dengan orang lain. Dan dapat pula dikatakan bahwa manajemen merupakan inti daripada administrasi, karena memang manajemen merupakan alat pelaksana utama daripada administrasi. Dengan perkataan lain dikatakan bahwa administrasi dan manajemen tidak dapat dipisahkan hanya kegiatan-kegiatannya yang dapat dibedakan.
Apabila dilihat dari segi fungsional administrasi mempunyai dua tugas utama, yakni:
1. Menentukan tujuan menyeluruh yang hendak dicapai.
2. Menentukan kebijaksanaan umum yang mengikat seluruh organisasi.
Sebaliknya manajemen pada hakekatnya berfungsi untuk melakukan semua kegiatan-kegiatan yang perlu dilaksanakan dalam rangka pencapaian tujuan dalam batas-batas kebijaksanaan umum yang telah ditentukan pada tingkat administrasi. Ungkapan tersebut jelas menunjukan bahwa administrasi lebih luas dari pada manajemen.
2. HUBUNGAN ANTARA ADMINISTRASI DAN MANAJEMEN
Sebagaimana telah diuraikan di atas, administrasi adalah proses penyelenggaraan kerja untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan. Kerja dapat terselenggara dengan baik sehingga tujuan yang  dikehendaki   dapat  tercapai  bila  ada  orang  yang menyelenggarakannya. Dan masalah orang yang menyelenggarakan kerja untuk mencapai tujuan inilah yang menjadi masalah pokok daripada manajemen, karena intisari daripada manajemen ialah suatu proses/usaha dari orang-orang secara bekerjasama untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan.
Jadi administrasi adalah penyelenggaranya dan manajemen adalah orang yang menyelenggarakan kerja. Maka kombinasi dari keduanya adalah penyelengaraan kerja yang dilakukan oleh orang-orang secara bersama-sama untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan.
Keterkaitan di atas dapat dianalogikan—meski tidak seluruhnya tepat—seandainya pembaca akan membeli buah rambutan. Pertama kali yang terlihat adalah kulit luar yang berwama hijau atau merah. Jika kulitnya dikupas maka didapati daging rambutan yang berwarna putih kalau dagingnya sudah dimakan maka akan terlihat intinya yang disebut biji rambutan.
Demikian pula manajemen, maka yang pertama disoroti adalah kulit luamya yaitu “Admmistnisi” Kedua dagingnya yaitu “manajemen” selanjutnya adalah bijinya yaitu “kepemimpinan”
3.  FUNGSI-FUNGSI ADMINISTRASI DAN MANAJEMEN
Telah diketahui bahwa pada dasamya administrasi berfungsi untuk menentukan tujuan organisasi dan merumuskan kebijaksanaan umum, sedangkan manajemen berfungsi untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan yang perlu dilaksanakan dalam rangka pencapaian tujuan dalam batas-batas kebijaksanaan umum yang telah dirumuskan.
Dalam proses pelaksanaannya, administrasi dan manajemen mempunyai tugas-tugas tertentu yang harus dilaksanakan sendiri. Tugas-tugas itulah yang biasa disebut/diartikan sebagai fungsi-fungsi administrasi dan manajemen. Hingga kini para sarjana belum mempunyai kata sepakat yang bulat tentang fungsi-fungsi administrasi dan manajemen itu, baik ditinjau dari segi klasifikasinya maupun terminologi yang dipergunakan.
Menurut Prof Dr Sondang P Siagian MA dalam bukunya “Fungsi-fungsi managerial” dan “Filsafat Administrasi” fungsi-fungsi administrasi dan manajemen itu ialah :
1. Perencanaan (Planning)
2. Pengorganisasian (Organizing)
3. Pemberian Motivasi (Motivating)
4. Pengawasan (Controling)
5. Penilaian (Evaluating)
Fungsi-fungsi tersebut mutlak harus dijalankan oleh administrasi dan manajemen. Ketidakmampuan untuk menjalankan fungsi-fungsi itu akan mengakibatkan lambat atau cepat matinya organisasi.
A. Perencanaan (Planning)
Planning dapat didefinisikan sebagai keseluruhan proses pemikiran dan penentuan secara matang tentang hal-hal yang akan dikerjakan di masa yang akan datang dalam rangka pencapaian tujuan Yang telah ditentukan.
Pengertian tersebut menunjukan bahwa perencanaan merupakan fungsi administrasi dan manajemen yang pertama. Alasannya ialah bahwa tanpa adanya rencana, maka tidak ada dasar untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan tertentu dalam rangka usaha oencapain tujuan. Perencanaan menjadi fungsi pertama karena ia merupakan dasar dan titik tolak dari kegiatan pelaksanaan selanjutnya.
Salah satu cara yang paling mudah dikemukakan dalarn penyusunan rencana adalah dengan mengatakan bahwa perencanaan berarti mencari dan menemukan jawaban terhadap enam pertanyaan. yaitu :
a. What(Apa)                           d.  How (Bagaimana)
b. Where (Dimana)                   e.  Who (Siapa)
c. When (Kapan)                      f.   Why (Mengapa)
Pertanyaan tersebut menjadi:
  1. Apa kegiatan-kegiatan yang harus dijalankan dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditentukan sebelumnya ?
  2. Dimana kegiatan-kegiatan tertentu dijalankan? Pertanyaan ini mencakup letak bangunan organisasi yang hendak didirikan, tata ruang yang disusun, tempat sumber tenaga kerja.
  3. Kapan kegiatan-kegiatan tertentu hendak dilaksanakan. Hal ini berarti bahwa dalam rencana hams tergambar sistem prioritas yang dipergunakan, penjadwalan waktu dan hal-hal yang berhubungan dengan faktor waktu.
  4. Bagaimana cara melaksanakan kegiatan-kegiatan ke arah tercapainya tujuan ? Yang dicakup oleh pertanyaan ini menyangkut soal sistem dan tata kerja, standar yang hams dipenuhi, cara pembuatan dan penyampaian laporan, cara menyimpan dokumen dan lain-lain.
  5. Pertanyaan “siupa” berarti diketemukannya jawaban dalam rencana tentang gambaran pembagian tugas, wewenang dan tanggungjawab.
  6. Secara filosofis, pertanyaan yang terpenting di antara rangkaian pertanyaan ini ialah pertanyaan “mengapa”. Terpenting karena pertanyaan ini ditunjukan kepada kelima pertanyaan yang mendahuluinya. Jika kelompok pimpinan dapat memuaskan dirinya atas jawaban-jawaban yang diperoleh terhadap keenam pertanyaan itu, akan terciptalah suatu rencana yang baik.
B. Pengorganisasian (Organizing)
Pengorganisasian ialah keseluruhan proses pengelompokan orang-orang, alat-alat, tugas-tugas, tanggungjawab dan wewenang sedemikian rupa sehingga tercipta suatu organisasi yang dapat digerakkan sebagai suatu kesatuan dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditentukan.
Definisi   tersebut   menunjukan   bahwa   pengorganisasian merupakan langkah pertama ke arah pelaksanaan rencana yang telah tersusun sebelumnya. Dengan demikian adalah suatu hal yang logis pula apabila pengorganisasian sebagai fungsi administrasi dan manajemen ditempatkan sebagai fungsi kedua, mengikuti fungsi perencanaan. Juga terlihat dalam definisi itu bahwa pelaksanaan fungsi pengorganisasian menghasilkan suatu organisasi yang dapat digerakan sebagai suatu kesatuan yang bulat.
Organisasi sebagai alat administrasi dan manajemen terlihat penting apabila diingat bahwa bergerak tidaknya organisasi ke arah pencapain tujuan sangat tergantung atas kemampuan manusia dalam organisasi menggerakan organisasi itu ke arah yang telah ditetapkan.
C. Penggerakan (Motivating)
Penggerakan ialah keseluruhan proses pemberian motifasi bekerja kepada para bawahan sedemikan rupa sehingga mereka mau bekerja dengan ikhlas demi tercapainya tujuan organisasi dengan efisien dan ekonomis.
“Motivating” secara implisit berarti bahwa pimpinan organisasi berada di tengah-tengah para bawahannya dan dengan demikian dapat memberikan bimbingan, instuksi, nasehat dan koreksi     jika diperlukan.
Pelaksanaan fungsi “Motivating” dalam organisasi dapat dijalankan dengan baik dengan menggunakan teknik-teknik sebagai berikut:
  1. Jelaskan tujuan organisasi kepada setiap orang yang ada dalam organisasi.
  2. Usahakan agar setiap orang menyadari, memahami serta menerima baik tujuan tersebut.
  3. Usahakan agar setiap orang mengerti struktur organisasi.
  4. Tekankan pentingnya kerjasama dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan yang diperlukan.
  5. Perlakukan setiap bawahan sebagai manusia dengan penuh pengertian.
  6. Berikan penghargaan serta pujian kepada bawahan yang cakap dan teguran serta bimbingan kepada orang-orang yang kurann mampu bekerja.
  7. Yakinkan setiap orang bahwa dengan bekerja baik dalain organisasi tujuan pribadi orang-orang tersebut akan tercapai semaksimal-maksimalnya.
D. Pengawasan (Controling)
Pengawasan ialah proses pengamatan daripada pelaksanaan seluruh kegiatan organisasi untuk menjamin agar supaya semua pekerjaan yang sedang dilakukan berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditentukan sebelumnya. Dari definisi ini jelas terlihat bahwa terdapat hubungan yang sangat erat antara perencanaan dan pengawasan.
Artinya bahwa perencanaan dan pengawasan merupakan kedua belahan mata uang yang sama. Jelas bahwa tanpa rencana pengawasan tidak mungkin dilaksanakan karena tidak ada pedoman untuk melakukan pengawasan itu. Sebaliknya rencana tanpa pengawasan akan berarti timbulnya penyimpangan-penyimpangan dan atau penyelewengan-penyelewengan yang serius tanpa ada alat untuk mencegahnya.
Jelaslah kiranya bahwa pengawasan sangat menentukan peranannya dalam usaha pencapaian tujuan. Secara filosofis dapat dikatakan bahwa pengawasan itu mutlak diperlukan karena manusia bersifat salah dan khilaf. Dus manusia dalam organisasi perlu diamati, bukan dengan maksud untuk mencari kesalahannya kemudian menghukumnya, akan tetapi untuk mendidik dan membimbing. Hal ini kiranya sangat penting untuk diperhatikan karena para pemimpin dalam suatu organisasi sering lupa bahwa seorang pemimpin yang baik adalah seorang yang ikhlas memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada bawahannya untuk berbuat kesalahan. Hanya saja setelah kesalahan diperbuat, adalah menjadi tugas pimpinan untuk memperbaiki kesalahan itu dengan jalan memberikan bimbingan kepada bawahannya agar ia tidak mengulangi kesalahan yang sama, akan tetapi berani untuk berbuat kesalahan yang lain.
Jika seorang bawahan selalu diancam dengan hukuman setiap kali ia berbuat kesalahan, maka bawahan tersebut tidak akan berkembang karena dalam setiap tindakannya ia akan selalu dikuasai oleh rasa takut. Akibatnya ia tidak akan berani mempunyai prakarsa,
mengambil keputusan dan akhimya akan kehilangan kepercayaan pada dirinya sendiri. Ini tidak boleh terjadi.
Kendati demikian perlu diperhatikan pula bahwa pernyataan diatas tidak berarti bahwa seorang pimpinan tidak boleh menghukum bawahannya. Memang seorang pimpinan dapat bertindak punitif jika seorang bawahan, meskipun telah berulang kali dibimbing, terus menerus berbuat kesalahan yang sama.
Proses pengawasan pada dasamya dilaksanakan oleh administrasi , manajemen dengan mempergunakan dua macam teknik, yakni:
1 pengawasan langsung (direct control)
2 pengawasan tidak langsung (indirect control)
Yang dimaksud pengawasan langsung ialah apabila pimpinan organisasi mengadakan sendiri pengawasan terhadap kegiatan yang sedang dijalankan. Sementara pengawasan tidak langsung ialah pengawasan dari jarak jauh. Pengawasan ini dilakukan melalui laporan yang disampaikan oleh para bawahan. Laporan itu dapat berbentuk tertulis dan lisan.
Kelemahan daripada pengawasan tidak langsung ialah bahwa sering para bawahan hanya melaporkan hal-hal yang positif saja Padahal, seorang pimpinan yang baik akan menuntut bawahannya untuk melaporkan beberapa hal, baik yang bersifat positif maupun negatif Karena kalau hanya hal-hal yang positif saja yang dilaporkan, pimpinan tidak akan mengetahui keadaan yang sesungguhnya. Akibatnya dia akan mengambil kesimpulan yang salah. Lebih jauh lagi ia akan mengambil keputusan yang salah.
Kesimpulannya ialah bahwa pengawasan tidak akan dapat berjalan dengan baik apabila hanya bergantung kepada laporan saja, karena itu pengawasan tidak langsung tidak cukup. Adalah bijaksana apabila pimpinan organisasi menggabungkan teknik pengawasan langsung dan tidak langsung dalam melakukan fungsi pengawasan itu.





E. Penilaian (evaluating)
Penilaian adalah proses pengukuran dan pembandingan hasil-hasil pekerjaan yang telah dicapai dengan hasil-hasil yang seharusnya dicapai.
Dengan demikian dapat dikatakan bahwa hakekat dari penilaian adalah:
•• Penilaian ditujukan kepada satu fase tertentu dalam satu proses setelah fase itu seluruhnya selesai dikerjakan. Berbeda dengan pengawasan yang ditujukan kepada fase yang masih dalam proses pelaksanaan.
Penilaian bersifat korektif terhadap fase yang telah selesai dikerjakan. Korektifitas yang menjadi sifat penilaian itu sangat berguna bukan untuk fase yang telah selesai, akan tetapi untuk fase berikutnya. Artinya, melalui penilaian harus diketemukan kelemahan-kelemahan sistem yang dipergunakan dalam fase yang baru saja selesai. Juga harus diketemukan penyimpangan-penyimpangan dan/atau penyelewengan-penyelewengan yang telah terjadi, tetapi lebih penting lagi, harus diketemukan sebab-sebab mengapa kelemahan-kelemahan itu timbul, juga harus diketemukan sebab-sebab mengapa penyimpangan-penyimpangan itu terjadi.


















KESIMPULAN :
Ø    Administrasi Kantor  adalah kegiatan yang dilakukan untuk mengelola, merencanakan, dan mengontrol setiap aktivitas keuangan kantor, dimanahasil akhir kegiatan administrasi ini berujud pelayanan informasi pada berbagai pihak. Sedangkan beberapa bentuk kegiatan/pekerjaan kantor antara lain: kegiatan catat mencatat, komunikasi, pengumpulan dan penyimpanan informasi(arsip), pelayanan tamu, pelayanan rapat dan lain sebagainya.
Ø    Administrasi kantor dapat di nyatakan sebagai “ Kekuatan yang tidak berwujud, yang merencanakan, mengorganisasikan dan  mengkoordonasikan manusia, bahan-bahan, mesin-mesin, uang dan pasar-pasar dalam bidang pekerjaan kantor dan mengarahkan dan mengawasi aneka macam hal demikian rupa, hingga di capai sasaran perusahaan”.



















DAFTAR  PUSTAKA

http://mbegedut.blogspot.com/2012/06/pengertian-manajemen-administrasi-perkantoran.html
wartawarga.gunadarma.ac.id/.../pengertian-manajemen-administrasi-perkantoran/
http://www.artikelekonomi.net/2011/pengertian-manajemen-perkantoran/
http://bebekaja-funie.blogspot.com/2007/07/informasi-dan-artikel-tips-tentang.html
http://30agustus2003.blogspot.com/2012/04/manajemen-administrasi-perkantoran.html



This Is my Profile Story


KONSEP ETIKA DALAM MENGGUNAKAN SOSIAL MEDIA (Keamanan Komputer)


 (Abdul Rohman 1157201301)
TUGAS KEAMANAN KOMPUTER PERTAMA
SOAL :
Jelaskan mengenai konsep Etika dalam menggunakan Social Media ( e.g Twitter, Facebook, MySpace, Path dll). Kemudian berikan contoh bagaimana peranan keluarga dalam mengawasi penggunaan sosial media kepada usia remaja. 
JAWABAN :
Dalam perkembangan tekhnologi seperti sekarang ini, banyak bermunculan media-media social yang berkembang saat ini, yang tidak lain untuk mempermudah kita dalam berkomunikasi sesama teman, kerabat, keluarga dan bahkan saudara-saudara kita yang jauh sampai keluar negeri. Dari tahun 2000an banyak sekali media-media social yang bermunculan dari friendster sampai sekarang jamannya social media Path, Facebook, twitter dll. Semua itu mempunyai tujuan yang sama, yaitu untuk dapat berhubungan dengan satu sama lain dalam berkomunikasi dan sharing hal-hal baru dalam informasi.
 Dalam hal ini saya akan membahas mengenai perlunya Etika dalam mengghunakan social media, karna Etika dalam menggunakan social media sangat penting dalam kaidah dan etika Hukum serta digunakan secara benar untuk kepentingan masyarakat, dalam hal ini generasi muda sekarang hampir 90% dapat menggunakan social media yang ada, namun tidak semua orang bisa menggunakan social media tersebut secara baik dan benar.
Belum lama kita mendengar dan sama-sama mengetahui kasus seseorang mahasiswa S2 Univeresitas Gadjah Mada yang bernama Florence Sihombing, yang notabenya merupakan mahasiswa Strata dua diperguruan Tinggi Negeri ternama, agar menjadi pelajaran penting bagi semua orang dan bagi semua institusi. Dalam kasus ini, seseorang mahasiswa S2 pun tidak memahami etika dalam ber social media.
saya akan membahas beberapa konsep mengenai berkomunikasi menggunakan social media ( e.g FB, Twitter, Path MYspace dll) dengan baik dan benar. Pada dasarnya pemakaian media social tidak terbatas dan dibatasi, tetapikehidupan masyarakat yang majemuk mengharuskan kita untuk peka dan menghargai privacy dan informasi yang mana boleh di share dan yang tidak. Harus diperhatikan etika dalam menggunakan bahasa, etika ketika berbicara, dan etika menulis, karna belajar dari kasus yang pernah ada salah posting dan menjelek jelekan pihak lain yang dapat menyebabkan hukuman bahkan pidana mengenai ITE. Jadi sangat penting sekali mengenai etika dalam bersosial media.

Berikut beberapa konsep dalam dalam menggunakan sosial media, monggo disimak..

1.      Bahasa.
Pergunakanlah bahasa yang tepat dengan siapa kita berinteraksi. Perlu kiranya kita memahami dengan siapa kita berinteraksi. Ingat, tidak semua orang senang dengan bahasa gaul ataupun bahasa yang terlalu sopan. Salah satu cara sederhana untuk mengetahui bahasa yang cocok dengan orang lain adalah dengan cara membaca gaya bahasa yang dipergunakan saat berkirim pesan menulis status ataupun merespon status orang lain.
2.      Privasi.
Hargai privasi atau rahasia-rahasia orang lain dengn tidak mengumbarnya di media sosial, sekalipun dengan tujuan bergurau atau bercanda.
3.      Unsur-unsur tertentu.
Tidak berbicara dan membagi konten yang memiliki unsur SARA dan pornografi. Hindari berbicara ataupun menuliskan kalimat bercandaan yang memiliki unsur SARA (Suku,Agama dan Ras) serta pornografi. Karna selain bisa menyinggung pihak lain juga bisa menimbulkan salah persepsi dan dapat membawa dampak yang buruk. Tidak semua pengguna sosial media mengerti akan konsep ini, karna itu mulailah dari diri sendiri untuk tidak berbicara dan membagi konten yang mengandung unsur diatas.
4.      Situasi Sendiri.
Hindari untuk mengupdate status yang berhubungan dengan privasi seperti sedang sendiri dirumah atau mengambil uang dibank. Update seperti dapat membahayakan diri sendir, bila ada orang berniat jahat, dia bisa mendatangi rumah kita ataupun mendatangi tempat kita berada.
5.      Hal Pribadi.
Jangan terlalu mengumbar kehidupan pribadi. Tersedianya kolom untuk men-Share apa yang ingin kita tulis bukan berarti semuaharus diumbar dalam media sosial apalagi seuatu yang sensitif dan sangat pribadi. Semisal mengenai keuangan, hubungan percintaan, tentang kehidupan keluarga, atau tentang kejengkelan dengan seseorang. Sebaiknya jangan lakukan hal seperti ini, simpan hanya untuk konsumsi pribadi jangan di publish untuk berita publik.

Demikian beberapa konsep Etika dalam menggunakan sosial media dalam kehidupan sehari-hari, yang dapat memberikan gambaran agar kita dapat selalu berhati-hati dalam setiap tindakan ataupun postingan di semua sosial media, yang semua itu bertujan agar dalam kehidupan bermasyarakat tidak ada yang merasa di rugikan dan juga tidak merugikan diri sendiri, serta dapat mengetahui informasi yang sesuai dengan takaran kita yang perlu diketahui.





PERANAN KELUARGA

Dalam menggunakan sosial media, bukan hanya mengenai Etika yang harus kita perhatikan dalam bersosmed, peranan dari pihak keluarga pun sangat penting, kenapa? Karna dalam bersosmed merupakan jaringan tanpa batas yang dapat memberikan dapak positif juga negatif. Media sosial merupakan situs dimana seseorang dapat membuat web page pribadi dan terhubung dengan setiap orang yang tergabung dalam media sosial yang sama untuk berbagi informasi dan berkomunikasi. Jika media tradisional menggunakan media cetak dan media broadcast , maka media sosial menggunakan internet. Media sosial mengajak siapa saja yang tertarik untuk berpartisipasi dengan memberi feedback secara terbuka, memberi komentar, serta membagi informasi dalam waktu yang cepat dan tak terbatas.
Sangat mudah dan tidak membutuhkan waktu yang lama bagi seseorang dalam membuat akun di media sosial. Kalangan remaja yang mempunyai media sosial biasa nya memposting tentang kegiatan pribadinya, curhatannya, serta foto-foto bersama teman-temannya. Semakin aktif seorang remaja di media sosial maka mereka semakin dianggap keren dan gaul. Namun kalangan remaja yang tidak mempunyai media sosial biasanya dianggap kuno, ketinggalan jaman, dan kurang bergaul.
Maka dari itu, peranan keluarga dalam pengawasan anak dalam menggunakan sosial media sangat lah penting, agar ada batasan-batasan yang dapat membatasi anak dalam bersosial media yang notebenya sosial media merupakan tempat tiada batas yang dapat berhubungan satu dengan yang lain sangat cepat dan singkat. Dalam hal ini, keluarga harus selalu mengawasi anak dalam menggunakan sosial media, jangan terlalu dibebaskan dalam penggunaanya. Berikut beberapa contoh peranan keluarga dalam mengawasi anak dalam menggunakan sosial media.
1.      Mengawasi Langsung.
Hal ini dilakukan pihak keluarga ataupun orang tua, apa yang dilakukan? yaitu mengawasi dengan cara mengecek secara langsung media-media yang digunakan oleh anak, baik di Gadget ataupun media online, sebisa mungkin kita dapat mengetauhi Id dan user name yang digunakan anak dalam Login media sosial seperti Facebook twitter dll, hal ini untuk dapat memberikan batasan kepada anak dalam memposting hal yang perlu dan yang tidak perlu diposting, dengan melihat konsep-konsep yang telah dibahas diatas.
2.      Mengawasi Secara Tidak Langsung.
Cara ini merupakan pengawasan secara jauh kepada anak yang menggunakan media sosial. Karna dalam kehidupan ini, ada orang tua yang memang sibuk dengan pekerjaanya sehingga dalam pengawasan langsung terhadap anak kurang intensif. Maka dari itu sebagai orang tua harus mengetahui dulu cara dalam menggunakan media sosial seperti Facebook dll, agar pengawasan bisa dilakukan dalam jarak jauh terpantau selalu. Contoh riil yang dapat dilakukan adalah,dengan mengikuti perkembangan anak dalam bersosmed, dengan membuat akun lalu menjadi teman dalam media sosial yang ada, seperti teman di Facebook dll.

                  Demikian beberapa konsep dalam menggunakan Sosmed dan contoh peranan keluarga dalam pengawasan anak menggunakan Sosmed.